close
Banner iklan disini
..::: ..::Semoga Di Awal Tahun ini - Banyak Manfaat Yang kita Dapatkan..::..Selamat Datang Di ITBI..::..AYO GABUNG BERSAMA ITBI..::..Ikatan Terapis Bekam Indonesia..::..Bagi Anggota ITBI ketika mendaftarkan diri dan belum melampirkan fotocopy KTP dan surat Pernyataan Keanggotaan , Mohon mengirimkan secepatnya ke alamat email : informasi.online@yahoo.co.id..::..Belum Menjadi Anggota ITBI...?, Silahkan Daftar Di sini....... .::. Bantu Kami Dalam Mendakwahkan Pengobatan Islam dengan Menebar Link WWW.i-tbi.org di blog dan Website Anda, Serta Menebarkan LINK LOGO ITBI..::..Semoga Allah SWT Membalas kebaikan semua.AMIN ...::..Bagi yang telah mendaftarkan diri sebagai Anggota ITBI secara Online dan Belum melampirkan nomor urut ATM, tanggal dan jumlah tranfer atau nomor bukti cetak bukti setoran tunai, dimohon melampirkannya agra sertifikat keanggotaan dapat dibuat dan dikirimkan....:::...Bagi Anggota yang membutuhkan Rekomendasi ITBI silahkan kirimkan via email surat permohonan Rekomendasi dari ITBI

Masyarakat Kepepet, Pengobatan Apa Pun Ditempuh

Ikatan Terapis Bekam Indonesia - ITBI - Dalam situasi terjepit serta berkeinginan kuat ingin sembuh dari penyakit, sebagian kecil masyarakat nekat dan mengabaikan akal sehat. Ditambah dengan citra pengobatan medis yang relatif mahal dan lama, mereka akhirnya menerima tawaran menjalani pengobatan alternatif.

Menurut Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), Marius Widjajarta, pengobatan alternatif sebenarnya tidak salah. Namun, masyarakat sekarang cenderung tidak berdaya dan minim akan pengetahuan sehingga kondisi ini membuat mereka menjadi rentan dimanfaatkan pihak tertentu. Minimnya pengetahuan dan informasi ini pada akhirnya menjadi bumerang bagi masyarakat. 

Marius yang dihubungi akhir pekan lalu berpendapat, iming-iming kesembuhan yang ditawarkan dalam iklan testimoni pengobatan alternatif cukup meresahkan. Bahkan, layanan seperti ini bisa membahayakan karena masyarakat tidak mendapatkan informasi benar dan jelas, serta tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan.

Marius sendiri tidak anti terhadap pengobatan alternatif maupun tradisional. Sayangnya, situasi saat ini dikondisikan dalam sajian informasi yang cenderung berlebihan dan menyesatkan. "Masyarakat itu kalau sudah kepepet maka cara apa pun akan ditempuh. Saya tidak anti alternatif atau obat tradisional, saya percaya. Tapi, kalau dikondisikan seperti saat ini justru menyesatkan. Di luar negeri itu juga banyak alternatif, tapi iklannya tidak begini," katanya.

Apabila pengobatan relatif ini tidak berhasil alias penderitanya tidak kunjung sembuh, masyarakat memberikan permakluman. Oleh karena permakluman, masyarakat tidak berani melakukan pengaduan.

"Masyarakat Indonesia itu sifatnya pasrah meskipun tidak rela. Mereka pasrah karena ketidaktahuan akan informasi. Harusnya Kementerian Kesehatan memberi peringatan. Apakah harus menunggu ada korban melapor baru Kemenkes bertindak?" ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Prijo Sidipratomo SpRad menilai, informasi menyesatkan layanan pengobatan TCM yang disiarkan media, terutama televisi, dikhawatirkan memengaruhi masyarakat yang minim akses kesehatan dan informasi. Kelompok masyarakat ini akan mudah terseret ke sana dan dirugikan.

"Penduduk Indonesia yang berpendidikan tinggi itu sekitar 18 persen. Jika informasi yang tidak benar disajikan kepada kelompok masyarakat berpendidikan maka mereka bisa memilah mana yang benar dan tidak. Tapi, bagaimana kelompok masyarakat di luar itu? Mereka bisa terseret, padahal informasinya menyesatkan," ujar Prijo.
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Loading...