close
Banner iklan disini
..::: ..::Semoga Di Awal Tahun ini - Banyak Manfaat Yang kita Dapatkan..::..Selamat Datang Di ITBI..::..AYO GABUNG BERSAMA ITBI..::..Ikatan Terapis Bekam Indonesia..::..Bagi Anggota ITBI ketika mendaftarkan diri dan belum melampirkan fotocopy KTP dan surat Pernyataan Keanggotaan , Mohon mengirimkan secepatnya ke alamat email : informasi.online@yahoo.co.id..::..Belum Menjadi Anggota ITBI...?, Silahkan Daftar Di sini....... .::. Bantu Kami Dalam Mendakwahkan Pengobatan Islam dengan Menebar Link WWW.i-tbi.org di blog dan Website Anda, Serta Menebarkan LINK LOGO ITBI..::..Semoga Allah SWT Membalas kebaikan semua.AMIN ...::..Bagi yang telah mendaftarkan diri sebagai Anggota ITBI secara Online dan Belum melampirkan nomor urut ATM, tanggal dan jumlah tranfer atau nomor bukti cetak bukti setoran tunai, dimohon melampirkannya agra sertifikat keanggotaan dapat dibuat dan dikirimkan....:::...Bagi Anggota yang membutuhkan Rekomendasi ITBI silahkan kirimkan via email surat permohonan Rekomendasi dari ITBI

Dinas Kesehatan Sragen Promosikan Budaya Minum Jamu


SRAGEN - Ikatan Terapis Bekam Indonesia - Dinas Kesehatan Sragen mengajak masyarakat membudayakan diri minum jamu. Upaya itu dilakukan dengan kegiatan minum jamu secara gratis bagi pengunjung stan Dinas Kesehatan di area car free day, depan Kantor Setda Sragen.
Asisten I Setda Sragen, Parsono, mengungkapkan jamu merupakan salah satu obat tradisional yang aman untuk dikonsumsi dan bisa dibuat sendiri.

“Kita ingin minum jamu menjadi budaya masyarakat Sragen,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Gelar Promosi Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-48 yang digelar dinas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Joko Irnugroho, mengungkapkan saat ini lebih dari 11 dokter di Sragen sudah memiliki sertifikat saintifikasi jamu. Melalui promosi budaya minum jamu, diharapkan masyarakat Sragen khususnya, mau kembali ke alam. Yaitu dengan mengonsumsi jamu yang aman dan terbuat dari tanaman obat di Indonesia.

“Ke depan kita akan semakin mempromosikan jamu. Selain menawarkan obat-obat konvensional, harapannya tim medis di Sragen juga menawarkan penggunaan jamu kepada pasien,” jelasnya.

Ketua II kegiatan gelar promosi, Y Agus Sudarmanto, mengungkapkan Dinas Kesehatan Sragen selama ini telah bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, dalam upaya pengembangan jamu.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mempromosikan budaya minum jamu untuk menjaga kesehatan,” terangnya.

Untuk menyemarakkan kegiatan gelar promosi kesehatan, puluhan tenaga medis di lingkungan Sragen tampil membawakan gerak dan lagu berjudul Aku Cinta Jamu.

Sumber : Solopos
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Loading...