close
Banner iklan disini
..::: ..::Semoga Di Awal Tahun ini - Banyak Manfaat Yang kita Dapatkan..::..Selamat Datang Di ITBI..::..AYO GABUNG BERSAMA ITBI..::..Ikatan Terapis Bekam Indonesia..::..Bagi Anggota ITBI ketika mendaftarkan diri dan belum melampirkan fotocopy KTP dan surat Pernyataan Keanggotaan , Mohon mengirimkan secepatnya ke alamat email : informasi.online@yahoo.co.id..::..Belum Menjadi Anggota ITBI...?, Silahkan Daftar Di sini....... .::. Bantu Kami Dalam Mendakwahkan Pengobatan Islam dengan Menebar Link WWW.i-tbi.org di blog dan Website Anda, Serta Menebarkan LINK LOGO ITBI..::..Semoga Allah SWT Membalas kebaikan semua.AMIN ...::..Bagi yang telah mendaftarkan diri sebagai Anggota ITBI secara Online dan Belum melampirkan nomor urut ATM, tanggal dan jumlah tranfer atau nomor bukti cetak bukti setoran tunai, dimohon melampirkannya agra sertifikat keanggotaan dapat dibuat dan dikirimkan....:::...Bagi Anggota yang membutuhkan Rekomendasi ITBI silahkan kirimkan via email surat permohonan Rekomendasi dari ITBI

Pemerintah Luncurkan Aturan Pencantuman Peringatan Bahaya Kesehatan

Ikatan Terapis Bekam Indonesia - ITBI - Iklan dan promosi rokok merupakan media yang paling efektif yang mampu mendorong seseorang untuk merokok. Karena itu pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2013, Menkes Nafsiah Mboi meminta agar kita bersama-sama melindungi generasi muda dari iklan, promosi dan sponsor rokok.

“Berbagai penelitian di dunia mengungkapkan bahwa iklan dan promosi rokok berpengaruh terhadap peningkatan jumlah perokok terutama kalangan generasi muda,” jelas Menkes, Jumat (31/5).
Mengutip data hasil Global Youth Tobacco Survey (GATS 2009) menunjukkan bahwa sebanyak 89,3 persen anak remaja usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar iklan rokok melalui media luar ruang (billboard) dan 76,6 persen melalui media cetak (koran dan majalah).

Paparan iklan rokok tersebut lanjut Menkes telah meningkatkan kecenderungan remaja untuk merokok. Data tahun 2010 menyebutkan telah terjadi peningkatan jumlah perokok remaja hingga 3 kali lipat dibanding tahun 1995, yakni 7,1 persen menjadi 43,3 persen. Data tersebut diperkuat dengan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan persentase anak yang memulai perilaku merokok pada usiaa 10-14 tahun adalah sebesar 17,5 persen.

Untuk menyikapi dampak dari iklan dan promosi rokok ini kata Menkes, pemerintah telah memberlakukan peraturan pemerintah (PP) no 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. PP tersebut kini diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan no 28 tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau.

“Terbitnya Permenkes 28 tahun 2013 tersebut akan efektif mulai berlaku pada pertengahan 2014,” Pembatasan iklan, promosi dan sponsor rokok secara komprehensif dapat menurunkan prevalensi perokok,” lanjut Menkes.

Sementara itu sebagai salah satu rangkaian peringatan HTTS 2013 juga akan dilakukan konseling berhenti merokok pada Sabtu 1 Juni 2013. Konseling berhenti merokok yang beroperasi pada 5 pusat perbelanjaan di DKI Jakarta yakni Blok M Plaza (Jaksel), Central Park (Jakbar), Mall Kelapa Gading (Jakut), Thamrin City (Jakpus) dan Cibubur Junction (Jaktim) sejak pukul 11:00 sampai 14:00 WIB. Kegiatan meliputi pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) di paru-paru, konsultasi berhenti merokok serta penyebaran leaflet, brosur dan informasi lainnya untuk masyarakat.


Sumber : Pos Kota
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments
Loading...